Selasa, 23 Oktober 2012


-Toke : Disebut seperti itu karena berbunyi Tokee

-Cicak : Disebut seperti itu karena berbunyi ckckck

-Atapers: Orang yang sering naik kereta di atas kereta api

-Alay: Orang yang sering berubah persepsi di pemikiran dan perilakunya

-Ababil: Disingkat juga ABG labil

-Susu kuda liar : Karena susu yg diambil dari kuda yang belum dijinakkan

-Kacang bogor : Karena kacangnya berasal dari bogor

-Walang sangit : Karena walang (belalang) itu berbau sangit

-Kaki seribu : Karena serangga itu memiliki kaki yg banyak seperti terlihat 1000 kaki
Read More

Perkembangan Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu.
 Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.

Saat ini Bahasa Inggris menjadi Bahasa No. 1 di dunia. Sehingga pengembangan Bahasa Indonesia sangat tergantung pada dinamisasi penyerapan kata-kata Bahasa Inggris. Tentu saja hal ini penuh resiko. Penyerapan bahasa tidaklah murni pada pengambilan kosa kata saja tapi lebih dari itu. Budaya yang melatarbelakangi bahasa tersebut ikut terbawa. Sedangkan banyak kultur negeri asal Bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan konteks Indonesia. Kita tidak perlu apriori. Penyerapan Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia merupakan keadaan yang tak dapat dielakkan di era global dewasa ini. Namun satu hal yang perlu dicatat, jangan sampai situasi ini mengakibatkan alienasi keberadaan Bahasa Indonesia. Sebagai langkah alternatif, menurut penulis sudah saatnya penyerapan kosa kata Bahasa Daerah semakin digiatkan. Tidak saja akan berpengaruh positif pada penguatan persatuan nasional, tapi juga penting dalam pemeliharaan Bahasa Daerah yang saat ini mengalami kemunduran luar biasa. Sangat disayangkan potensi kekayaan kosa kata dan makna Bahasa Daerah yang dekat dalam kesehariaan kita dibiarkan begitu saja.
Problem kedua penggunaan Bahasa Indonesia adalah masih kentalnya dialek daerah dalam percakapan. Dalam pergaulan kita sering mendengar Bahasa Indonesia ala Minang, Bahasa Indonesia ala Medan, Bahasa Indonesia ala Papua, Bahasa Indonesia ala Sunda, Bahasa Indonesia ala Jawa, dan lain sebagainya. Seringkali hal ini membuat risih telinga. Kita tidak punya standar dialek Bahasa Indonesia yang baku. Jika dikatakan dialek Bahasa Indonesia yang benar adalah dialek Jakarta, maka ini barulah sekedar asumsi belaka.



Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
http://imanrully.blogspot.com/2011/09/perkembangan-bahasa-indonesia.html
Read More

Selasa, 25 September 2012

Super MP3 Download 4.8.5.2

Read More

Sabtu, 21 April 2012

Kejahatan Di Angkutan Umum

Kejahatan seakan makin berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan angka perekonomian yang makin melejit sehingga  tidak dapat dipungkiri lagi bila banyak orang melakukan hal apapun agar dapat memenuhi kebutuhan setiap harinya.
Ini ialah pengalaman yang saya alami sendiri di hari Rabu kemarin di saat saya menggunakan jasa kereta api untuk pulang ke rumah, pada saat saya naik kereta api saya saya tidak berani menyimpan handphone dan dompet di kantong celana, sehingga saya simpan di dalam tas saya, dan ketika itu kereta lumayan penuh dan saat itu saya berfikir agar menyimpan tas saya di tempat penyimpanan barang yang biasanya berada di atas tempat duduk. Saya pun akhirnya menyimpan tas saya di atas, dan itulah awal petaka semuanya terjadi. Saat saya naik kereta Commuter Line dari stasiun Pondok Cina saya masih bediri karena tempat duduk penuh oleh orang-orang, dan saat kereta sampai di stasiun Bojong Gede saya akhirnya mendapat tempat duduk, dan ketika itu saya memang merasa kantuk, sehingga saya mulai tidak fokus pada tas saya yang tersimpan di atas saya. Dan saya pun melakukan kesalahan yang fatal ketika saya duduk, saya tidak mengambil tas kembali yang disimpan di atas saya. Seharusnya ialah tas harus saya ambil dan saya peluk sampai saya turun kereta. Dan saya pun akhirnya mulai tertidur saat kereta berjalan dari stasiun Bojong Gede hingga Bogor. Dan saat saya terbangun di saat kereta sudah sampai stasiun Bogor, saya terkejut saat melihat tas saya sudah hilang dan ditukar dengan tas lain, saya mulai panik dan menanyakan pada security tentang tas saya, dan hasilnya nihil, lalu saya pergi ke bagian keamanan stasiun dan memberitahukan apa yang terjadi saat saya di kereta.
Modus yang dilakukan oleh para pencopet itu ialah:
Aksi yang dilakukan tidak sendiri melainkan beberapa oknum copet yang sudah profesional terbiasa dan terlatih untuk melakukan aksinya, jumlah mereka bisa sampai 5-6 orang di dalam satu gerbong dan mempunyai tugas masing2, ada yang bertugas untuk melihat keadaan sekitar agar aksi yang mereka lakukan luput dari petugas yang sering berlalu lalang di gerbong-gerbong, dan ada yang bertugas menjadi pengalih perhatian kepada penumpang yang lain dengan cara mengajak penumpang lain mengobrol sehingga hilang perhatiannya dari  barang saya karena tempat duduk yang berhadapan, lalu ada yang berpura-pura menyimpan tas di tempat peyimpanan barang di dekat tas saya, dan pelan-pelan tas saya mulai digeser ke arah pintu gerbong yang terdekat dan itu dilakukan saat saya mulai tertidur, saat tas saya sudah berada di ujung dekat pintu kereta si copet sudah bersiap untuk mengambil tas saya. Dan saat kereta berhenti dengan secepat kilat tas saya di ambil dan tas yang dimiliki si copet di tinggal karena hanya untuk pengalih perhatian. Dan saat saya mencoba untuk untuk membuka tas tersebut, tasnya hanya berisi baju bekas, koran, dan botol minuman. Saat itu pun saya kehilangan barang pribadi seperti handphone, stnk, dan lain-lain.
Hal-hal yang perlu anda perhatikan saat anda berada di tempat umum:
1. Pastikan anda selalu tetap terjaga saat bepergian, fokus, dan bila anda merasa kantuk pastikan barang2 seperti tas anda peluk.
2. Jangan pernah berfikir jika anda menaiki kereta Commuter Line anda merasa aman, karena sekarang sudah banyak kejadian terjadi contohnya saya sendiri.
3. Jangan pernah mudah percaya orang yang anda temui di kereta, karena sekarang copet juga berpakaian rapih selayaknya orang yang bekerja di kantor-kantor, mereka tidak segan-segan memakai kemeja rapih agar triknya dapat mengelabui orang-orang.
4. Jika kereta penuh sebisa mungkin tas tetap anda peluk dan tangan memegang bagian depan tas karena biasanya copet juga melakukan aksinya dengan cara merobek bagian tas anda dengan menggunakan benda tajam.
5. Sebisa mungkin anda bepergian tidak sendiri, melainkan berkelompok dengan teman anda, karena dalam pengalaman saya saat copet sedang melakukan aksinya, korban mengetahui hal tersebut dan berteriak "MALIINGGG!!!", dan yang terjadi ialah si copet tersebut meneriaki balik si korban "MALLLIIINNGGG!!" dan teman-temannya pun  ikut membantu si copet meneriaki korban maling, sehingga aksi mereka tidak diketahui penumpang lain. Istilah ini biasa disebut orang-orang "Maling Teriak Maling". Maka dari itu anda sebisa mungkin bepergian tidak sendiri apa lagi bepergia jarak jauh dengan menggunakan kereta.
6. Hal yang paling penting ialah pastikan anda selalu berdoa saat anda ingin bepergian kemana pun anda berada.
Read More

Jumat, 20 April 2012

Sistem Electronic Commerce




Bagi sebagian besar perusahaan saat ini, e-commerce lebih dari sekedar membeli dan menjual produk secara online. E-commerce meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan dan pembayaran untuk berbagai produk dan jasa yang diperjualbelikan dalam pasar global berjaringan para pelanggan, dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis di seluruh dunia.
E-commerce mengubah bentuk persaingan, kecepatan bertindak, dan perampingan interaksi, roduk dan pembayaran dari pelanggan ke perusahaan dan dari perusahaan ke pemasok.


Ruang Lingkup E-commerce
Perusahaan-perusahaan yang bergantung pada e-commerce baik sangat bergantung pada teknologi berbasis Internet dan aplikasi serta layananan e-commerce untuk menyelesaikan proses pemasaran, penemuan produk, pemrosesan transaksi, dan proses layanan pelanggan serta produk. Contohnya, e-commerce dapat meliputi pemasaran interaktif, pemesanan, pembayaran, dan proses dukungan untuk pelanggan melalui katalog e-commerce dan situs lelang di World Wide Web.
E-commerce juga meliputi berbagai proses bisnis seperti akses ekstranet ke database persediaan oleh pelanggan dan pemasok, akses intranet sistem manajemen hubungan pelanggan oleh para perwakilan layanan untuk pelanggan dan kerjasama pelanggan dalam pengembangan produk melalui pertukaran email serta berita kelompok di Internet.


Kategori E-Commerce:


Business to Consumer (B2C)
Disini perusahaan harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual berbagai roduk dan jasa ke para pelanggan. Perusahaan menawarkan situs web yang menyediakan pajangan virtual dan katalog multimedia, pemrosesan pesanan interaktif, sistem pembayaran yang aman, dan dukungan pelanggan online.


Business to Business (B2B)
Kategori ini melibatkan pasar e-business dan hubungan pasar langsung antarperusahaan. Perusahaan menawarkan situs web yang aman yang berisi katalog melalui internet atau ekstranet untuk para pelanggan dari perusahaan dan para pemasok. Hal lain yang sangat penting adalah portal e-commerce B2B yang menyediakan pasar lelang dan jual beli untuk berbagai perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini dapat melakukan pertukaran data dan dokumen tertentu antara si pemasok, dan pelanggan besar.


Consumer to Consumer (C2C)
Berpartisipasi atau mensponsori lelang pelanggan atau perusahaan adalah konsep C2C. Iklan personal elektronik dari produk atau jasa untuk membeli atau menjual oleh para pelanggan di situs koran elektronik, portal e-commerce pelanggan, atau situs web personal juga merupakan bentuk e-commerce C2C yang penting.

Read More

Kamis, 22 Maret 2012

Sistem Keamanan Bank Indonesia

Selama ini kita selalu melihat begitu banyak bank yang menawarkan jasa untuk jasa penyimpanan berupa uang, surat-surat penting ataupun juga logam mulia. Namun apakah bank mempunyai sistem keamanan yang mutakhir atau canggih sehingga tidak dapat dengan mudah orang lain mengambil harta kita? ternyata pada kenyataannya dunia perbankan nasional diguncang oleh kasus pembobolan oleh orang dalam bank itu sendiri, sebagaimana dilakukan Melinda Dee melalui tempat kerjanya, Citibank Jakarta, dan Farah Anissa Yustisia di Bank Mandiri Cabang RSUP Dokter Kariadi Semarang. Padahal belum lama berselang, publik dikejutkan oleh kasus pembobolan ATM Bank Central Asia (BCA). Cara mereka melakukannya ialah dengan trik yang sangat mudah, mereka memanipulasi data dan mengalihkan dana nasabah ke rekening mereka. Tersangka menggunakan trik menyulap blangko investasi kosong yang ditandatangani nasabah untuk pencairan dana. Dengan mudah para nasabah mengikuti permainan tersangka karena kepercayaan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun. Begitu mudahnya orang dalam membuat kejahatan yang sangat berat karena hukum di Indonesia yang sangat lemah terhadap keamanan penyimpanan harta. Adapun yang menjadi dasar pelaku melakukan kejhatan tersebut ialah:
Pertama, rusaknya fungsi hukum sebagai rambu-rambu kejahatan.
Selama ini tidak ada hukuman berat terhadap pelaku pembobol bank sehingga kemudian beredar pemeo di kalangan pembobol bank, ”Kalau membobol bank jangan tanggung-tanggung. Yang besar sekalian. Setelah itu cukup keluar beberapa miliar rupiah untuk oknum penegak hukum maka semuanya akan beres.”
Kedua, lemahnya sistem pengawasan Bank Indonesia (BI) mengingat keterbatasan SDM sehingga mereka mengalami kesulitan mengawasi kantor-kantor cabang terutama di daerah-daerah, meskipun di daerah itu terdapat kantor perwakilan BI. Dalam hal ini, ban
k sentral itu mestinya bisa menggunakan instrumen forum bankir di daerah untuk memperbaiki kontrol internal bank.
Ketiga, lemahnya koordinasi BI pusat dan daerah. Fungsi monitoring BI hanya mengandalkan laporan bank itu. Akses BI ke informasi bank sangat terbatas sehingga jika terjadi pembobolan, sudah terlambat bagi BI untuk melakukan sesuatu. Kondisi inilah yang perlu dibenahi, artinya ke depan BI tidak boleh hanya mengandalkan laporan dari bank, namun harus proaktif menggali informasi di luar laporan bank.

Pada akhirnya kejadian tersebut membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada perbankan, padahal perbankan ialah lembaga urat nadi perekonomian. Aksi yang dilakukan
Malinda Dee, yang menjebol dana nasabah Citibank, hanya satu dari sekian kasus pembobolan rekening nasabah yang terjadi di Indonesia.














Hampir semua kasus itu melibatkan orang dalam bank. Orang-orang yang amat dipercaya nasabah mengamankan uang. Bank dapat dengan mudah dijebol karena lemahnya proses internal perbankan, dan adapun yang menjadi kelemahan internal bank ialah:
Pertama, pengawasan dan supervisi atasan tidak optimal. Supervisi yang tidak optimal itu diperparah kolusi antar oknum pegawai bank.
Kedua, kebiasaan nasabah yang mudah percaya pada pegawai bank. Kepercayaan itu dimanfaatkan oleh oknum pegawai bank.

Untuk mencegah agar tidak terjadi lagi kasus pembobolan bank, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini BI).
Pertama, memperkuat penegakan hukum. Cara ini memang klise, namun untuk mewujudkan law enforcement, salah satu prasyarat utamanya adalah membersihkan aparat penegak hukum. Jika jaksa, polisi, ataupun hakim masih kotor, maka penegakan hukum sulit diwujudkan.
Kedua, memperbaiki dua kelemahan mendasar BI: pengawasan dan koordinasi. Dua hal ini harus terus-menerus diperbaiki karena selama ini dijadikan jalan bagi pembobol bank untuk beraksi. Sistem perbankan sebenarnya cukup kuat untuk mencegah pembobolan oleh orang dalam tapi faktanya tidak bisa menjamin 100%.
Ketiga, memperketat proses perekrutan SDM perbankan sehingga yang diterima benar-benar yang mempunyai kredibilitas tinggi. Tidak hanya dari sisi skill dan knowledge namun lebih penting dari itu attitude, yang menyangkut kejujuran dan komitmen tinggi pada profesi bankir. Semuanya harus dipenuhi guna menjaga keberlangsungan bisnis perbankan mengingat keterkaitannya dengan kepercayaan nasabah dan dunia usaha.


Read More

Kamis, 15 Maret 2012

Rendang Cita Rasa Asli Indonesia

[Gambar: 118571_rendang_300_225.jpg]
Ada banyak makanan yang berasal dari wilayah Indonesia entah itu makanan modern ataupun tradisional. Namun makanan asli Indonesia (tradisional) begitu banyak macamnya dan tidak sedikit pula yang menjadi nominasi makanan terlezat dunia. Upaya masyarakat pun dalam melestarikan budaya masakan Indonesia tidak sia-sia. Beberapa makanan pun masuk dalam nominasi makanan paling enak dunia, salah satunya ialah Rendang.

Rendang merupakan makanan khas Sumatra Barat (Padang). Rendang sangat populer di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke, setiap kita mampir di warung nasi padang, makanan ini tidak pernah luput dari hidangannya. Santapan berupa daging sapi yang diolah dengan santan hingga kering.

Baru-baru ini Rendang masuk dalam 50 makanan terelezat dunia oleh CNN, dan sangat mengejutkan makanan ini masuk dalam peringkat 11 dunia, sebuah kebanggan bagi warga Indonesia karena makanannya sangat tersohor hingga pelosok dunia. Rendang sangat lezat dan makanan ini cukup tahan lama sehingga dapat dibawa untuk bepergian jauh.

Dan sebagai berikut cara pembuatan rendang daging yang sangat lezat:

Rendang Daging ini lebih enak disajikan jika dagingnya lunak. Agar daging mudah lunak, usahakan daging direbus dahulu lalu dimemarkan.

Resep Bahan Rendang Daging :

  • daging sapi has 500 gram, potong-potong
  • santan kental 1000 ml
  • santan cair 1000 ml (santan kental dan cair dari 3 butir kelapa)
  • serai 2 batang, memarkan
  • daun jeruk purut 5 lembar
  • daun kunyit 1 lembar, sobek-sobek
  • asam kandis 2 buah

Resep Bumbu Halus Rendang Daging :

  • cabe merah 250 gram
  • bawang putih 4 siung
  • bawang merah 10 butir
  • jahe 1 cm
  • kunyit 2 cm
  • lengkuas 4 cm
  • garam secukupnya

Cara Membuat Rendang Daging :

  1. Rebus santan cair, serai, daun jeruk, daun kunyit, asam, bumbu halus dimasak hingga mendidih. Masukkan daging yang sudah dipotong-potong, masak lagi hingga santannya kental.
  2. Masukkan santan kental. Masak hingga hampir kering. Aduk-aduk hingga rendang kecokelatan dan berminyak.
  3. Sajikan.
Read More