Kamis, 05 Desember 2013
Senin, 26 November 2012
Definisi Konflik
Terdapat banyak definisi mengenai konflik yang bisa jadi disebabkan oleh perbedaan pandangan dan setting dimana konflik terjadi. Dibawah ini bisa terlihat perbedaan definisi tersebut:
Konflik merupakan suatu bentuk interaksi diantara beberapa pihak yang berbeda dalam kepentingan, persepsi dan tujuan .
Konflik adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih banyak anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka, atau aktivitas kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penelitian, atau pandangan yang berbeda. Para anggota organisasi atau sub-unit yang sedang berselisih akan berusaha agar kepentingan atau pandangan mereka mengungguli yang lainnya .
Konflik merupakan sebuah situasi dimana dua orang atau lebih menginginkan tujuan-tujuan yang menurut persepsi mereka dapat dicapai oleh salah seorang diantara mereka, tetapi hal itu tidak mungkin dicapai oleh kedua belah pihak .
Manajemen Konflik
Upaya penanganan konflik sangat penting dilakukan, hal ini disebabkan karena setiap jenis perubahan dalam suatu organisasi cenderung mendatangkan konflik. Perubahan institusional yang terjadi, baik direncanakan atau tidak, tidak hanya berdampak pada perubahan struktur dan personalia, tetapi juga berdampak pada terciptanya hubungan pribadi dan organisasional yang berpotensi menimbulkan konflik. Di samping itu, jika konflik tidak ditangani secara baik dan tuntas, maka akan mengganggu keseimbangan sumberdaya, dan menegangkan hubungan antara orang-orang yang terlibat.
Konflik yang sudah terjadi juga bisa diselesaikan lewat perundingan. Cara ini dilakukan dengan melakukan dialog terus menerus antar kelompok untuk menemukan suatu penyelesaian maksimum yang menguntungkan kedua belah pihak. Melalui perundingan, kepentingan bersama dipenuhi dan ditentukan penyelesaian yang paling memuaskan. Gaya perundingan untuk mengelola konflik dapat dilakukan dengan cara :
a. pencairan, yaitu dengan melakukan dialog untuk mendapat suatu pengertian
b. keterbukaan, pihak-pihak yang terlibat bisa jadi tidak terbuka apalagi jika konflik terjadi dalam hal-hal sensitif dan dalam suasana yang emosional
c. belajar empati, yaitu dengan melihat kondisi dan kecemasan orang lain sehingga didapatkan pengertian baru mengenai orang lain
d. mencari tema bersama, pihak-pihak yang terlibat dapat dibantu dengan cara mencari tujuan-tujuan bersama
e. Menghasilkan alternatif, hal ini dilakukan dengan jalan mencari alternatif untuk menyelesaikan persoalan yang diperselisihkan.
f. Menanggapi berbagai alternatif, setelah ditemukan alternatif-alternatif penyelesaian hendaknya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik mempelajari dan memberikan tanggapan
g. Mencari penyelesaian, sejumlah alternatif yang sudah dipelajari secara mendalam dapat diperoleh suatu konsensus untuk menetapkan suatu penyelesaian
h. Membuka jalan buntu, kadangkala ditemukan jalan buntu sehingga pihak ketiga yang obyektif dan berpengalaman dapat diikutsertakan untuk menyelesaikan masalah
i. Mengikat diri kepada penyelesaian di dalam kelompok, setelah dihasilkan penyelesaian yang disepakati, pihak-pihak yang terlibat dapat memperdebatkan dan mempertimbangkan penyelesaian dan mengikatkan diri pada penyelesaian itu
j. Mengikat seluruh kelompok, tahap terakhir dari langkah penyelesaian konflik adalah dengan penerimaan atas suatu penyelesaian dari pihak-pihak yang terlibat konflik.
Langkah-langkah Manajemen Untuk Menangani Konflik
a. Menerima dan mendefinisikan pokok masalah yang menimbulkan ketidak puasan.
Langkah ini sangat penting karena kekeliruan dalam mengetahui masalah yang sebenarnya akan menimbulkan kekeliruan pula dalam merumuskan cara pemecahannya.
b. Mengumpulkan keterangan/fakta
Fakta yang dikumpulkan haruslah lengkap dan akurat, tetapi juga harus dihindari tercampurnya dengan opini atau pendapat. Opini atau pendapat sudah dimasuki unsur subyektif. Oleh karena itu pengumpulan fakta haruslah dilakukan denganm hati-hati
c. Menganalisis dan memutuskan
Dengan diketahuinya masalah dan terkumpulnya data, manajemen haruslah mulai melakukan evaluasi terhadap keadaan. Sering kali dari hasil analisa bisa mendapatkan berbagai alternatif pemecahan.
d. Memberikan jawaban
Meskipun manajemen kemudian sudah memutuskan, keputusan ini haruslah dibertahukan kepada pihak karyawan.
e. Tindak lanjut
Langkah ini diperlukan untuk mengawasi akibat dari keputusan yang telah diperbuat.
f. Pendisiplinan
Konflik dalam organisasi apabila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan tindakan pelecehan terhadap aturan main yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu pelecehan ataupun pelanggaran terhadap peraturan permainan (peraturan organisasi) haruslah dikenai tindakan pendisiplinan agar peraturan tersebut memiliki wibawa.
Penanganan Konflik
Metode Untuk Menangani Konflik
Metode yang sering digunakan untuk menangani konflik adalah pertama dengan mengurangi konflik; kedua dengan menyelesaikan konflik. Untuk metode pengurangan konflik salah satu cara yang sering efektif adalah dengan mendinginkan persoalan terlebih dahulu (cooling thing down). Meskipun demikian cara semacam ini sebenarnya belum menyentuh persoalan yang sebenarnya. Cara lain adalah dengan membuat “musuh bersama”, sehingga para anggota di dalam kelompok tersebut bersatu untuk menghadapi “musuh” tersebut. Cara semacam ini sebenarnya juga hanya mengalihkan perhatian para anggota kelompok yang sedang mengalami konflik.
Cara kedua dengan metode penyelesaian konflik. Cara yang ditempuh adalah dengan mendominasi atau menekan, berkompromi dan penyelesaian masalah secara integratif.
a. Dominasi (Penekanan)
Dominasi dan penekanan mempunyai persamaan makna, yaitu keduanya menekan konflik, dan bukan memecahkannya, dengan memaksanya “tenggelam” ke bawah permukaan dan mereka menciptakan situasi yang menang dan yang kalah. Pihak yang kalah biasanya terpaksa memberikan jalan kepada yang lebih tinggi kekuasaannya, menjadi kecewa dan dendam. Penekanan dan dominasi bisa dinyatakan dalam bentuk pemaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak (voting).
b. Kompromi
Melalui kompromi mencoba menyelesaikan konflik dengan menemukan dasar yang di tengah dari dua pihak yang berkonflik ( win-win solution ). Cara ini lebih memperkecil kemungkinan untuk munculnya permusuhan yang terpendam dari dua belah pihak yang berkonflik, karena tidak ada yang merasa menang maupun kalah. Meskipun demikian, dipandang dari pertimbangan organisasi pemecahan ini bukanlah cara yang terbaik, karena tidak membuat penyelesaian yang terbaik pula bagi organisasi, hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak yang saling bertentangan atau berkonflik
c. Penyelesaian secara integratif
Dengan menyelesaikan konflik secara integratif, konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan persoalan bersama yang bisa dipecahkan dengan bantuan tehnik-tehnik pemecahan masalah (problem solving). Pihak-pihak yang bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya,dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi. Meskipun hal ini merupakan cara yang terbaik bagi organisasi, dalam prakteknya sering sulit tercapai secara memuaskan karena kurang adanya kemauan yang sunguh-sungguh dan jujur untuk memecahkan persoalan yang menimbulkan persoalan.
Sumber Konflik
Terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi terjadinya konflik. Agus M. Hardjana mengemukakan sepuluh penyebab munculnya konflik , yaitu:
a. Salah pengertian atau salah paham karena kegagalan komunikasi
b. Perbedaan tujuan kerja karena perbedaan nilai hidup yang dipegang
c. Rebutan dan persaingan dalam hal yang terbatas seperti fasilitas kerja dan jabatan
d. Masalah wewenang dan tanggung jawab
e. Penafsiran yang berbeda atas satu hal, perkara dan peristiwa yang sama
f. Kurangnya kerja sama
g. Tidak mentaati tata tertib dan peraturan kerja yang ada
h. Ada usaha untuk menguasai dan merugikan
i. Pelecehan pribadi dan kedudukan
j. Perubahan dalam sasaran dan prosedur kerja sehingga orang menjadi merasa tidak jelas tentang apa yang diharapkan darinya
Stoner sendiri menyatakan bahwa penyebab yang menimbulkan terjadinya konflik adalah :
a. Pembagian sumber daya (shared resources)
b. Perbedaan dalam tujuan (differences in goals)
c. Ketergantungan aktivitas kerja (interdependence of work activities)
d. Perbedaan dalam pandangan (differences in values or perceptions)
e. Gaya individu dan ambiguitas organisasi (individual style and organizational ambiguities)
Untuk itulah Robbins kemudian memusatkan perhatian pada sumber konflik organisasi yang bersifat struktural. Sumber-sumber konflik yang dimaksudkan Robbins, yaitu:
a. Saling ketergantungan pekerjaan
b. Ketergantungan pekerjaan satu arah
c. Diferensiasi horizontal yang tinggi
d. Formalisasi yang rendah
e. Ketergantungan pada sumber bersama yang langka
f. Perbedaan dalam kriteria evaluasi dan sistem imbalan
g. Pengambilan keputusan partisipatif
h. Keanekaragaman anggota
i. Ketidaksesuaian status
j. Ketakpuasan peran
k. Distorsi komunikasi
Macam-macam Konflik
Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Dari segi pihak yang terlibat dalam konflik
Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Konflik individu dengan individu
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.
b. Konflik individu dengan kelompok
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.
c. Konflik kelompok dengan kelompok
Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.
Identitas Buku
Judul buku : Perahu Kertas
Penulis : Dee/Dewi Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka & Truedee Pustaka Sejati
Cetakan pertama : Agustus 2009
Tebal : xii + 444 hlm
Sinopsis
Kugy mahluk kecil, mungil, dan berantakan. Dari Benaknya mengalir untaian dongeng indah.
Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya tercipta lukisan-lukisan magis.
Pertemuannya di Bandung dan kebersamaannya dalam setiap kesempatan membuat Kugy jatuh hati kepada Keenan. Tanpa di sadari, Keenan pun jatuh cinta kepada Kugy. Namun rasa cintanya membuat dirinya memasuki kehidupannya yang rumit. Karena pasalnya Kugy sendiri memiliki seorang pacar. Dan keadaan tambah rumit begitu Keenan pun di jomblangi teman-temannya untuk berpasangan dengan Wanda. Keharidan Keenan akan membuat sakit hati Kugy dengan kedekatanya dengan Wanda, namun ketidakhadirannya akan membuatnya merasa kesepian. Kugy di hadapkan masalah yang sangat rumit.
Di satu sisi Keenan yang merasa kehadiran Kugy menjadi inspirasinya mendapatkan Kugy terus menghindari dirinya, ditambah lagi dia pergi ke Bali atas kekecewaanya terhapad dirinya sendiri. Keenan benar-benar dalam hamparan rintangan.
jarak sudah memisahkan mereka. walau cinta milik mereka, tapi mereka tak memiliki kesempatan.
Kini Akankah dongeng dan lukisan bersatu?
Akankah hati dan impian mereka bertemu?
Pertimbangan
Kelebihan :
- Novel ini memuat cerita yang sungguh sedehana dan biasa, namun dengan kemasan ala Dewi Lestari novel ini dapat menenggelamkan pembacanya untuk tidak berhenti mambaca.
- Pendalaman Tokoh yang hadir sangat unik dan menarik. Dan itu merupakan salah satu kekuatan buku ini yang tak bisa di bantah.
- Dalam cerita ini Dewi Lestari dapat memainkan perasaan para pembaca mengikuti alur cerita yang di inginkan.
Sumber: http://oneresensi.blogspot.com/
Selasa, 23 Oktober 2012
-Toke : Disebut seperti itu karena berbunyi Tokee
-Cicak : Disebut seperti itu karena berbunyi ckckck
-Atapers: Orang yang sering naik kereta di atas kereta api
-Alay: Orang yang sering berubah persepsi di pemikiran dan perilakunya
-Ababil: Disingkat juga ABG labil
-Susu kuda liar : Karena susu yg diambil dari kuda yang belum dijinakkan
-Kacang bogor : Karena kacangnya berasal dari bogor
-Walang sangit : Karena walang (belalang) itu berbau sangit
-Kaki seribu : Karena serangga itu memiliki kaki yg banyak seperti terlihat 1000 kaki
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu.
Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.
Saat ini Bahasa Inggris menjadi Bahasa No. 1 di dunia. Sehingga pengembangan Bahasa Indonesia sangat tergantung pada dinamisasi penyerapan kata-kata Bahasa Inggris. Tentu saja hal ini penuh resiko. Penyerapan bahasa tidaklah murni pada pengambilan kosa kata saja tapi lebih dari itu. Budaya yang melatarbelakangi bahasa tersebut ikut terbawa. Sedangkan banyak kultur negeri asal Bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan konteks Indonesia. Kita tidak perlu apriori. Penyerapan Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia merupakan keadaan yang tak dapat dielakkan di era global dewasa ini. Namun satu hal yang perlu dicatat, jangan sampai situasi ini mengakibatkan alienasi keberadaan Bahasa Indonesia. Sebagai langkah alternatif, menurut penulis sudah saatnya penyerapan kosa kata Bahasa Daerah semakin digiatkan. Tidak saja akan berpengaruh positif pada penguatan persatuan nasional, tapi juga penting dalam pemeliharaan Bahasa Daerah yang saat ini mengalami kemunduran luar biasa. Sangat disayangkan potensi kekayaan kosa kata dan makna Bahasa Daerah yang dekat dalam kesehariaan kita dibiarkan begitu saja.
Problem kedua penggunaan Bahasa Indonesia adalah masih kentalnya dialek daerah dalam percakapan. Dalam pergaulan kita sering mendengar Bahasa Indonesia ala Minang, Bahasa Indonesia ala Medan, Bahasa Indonesia ala Papua, Bahasa Indonesia ala Sunda, Bahasa Indonesia ala Jawa, dan lain sebagainya. Seringkali hal ini membuat risih telinga. Kita tidak punya standar dialek Bahasa Indonesia yang baku. Jika dikatakan dialek Bahasa Indonesia yang benar adalah dialek Jakarta, maka ini barulah sekedar asumsi belaka.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
http://imanrully.blogspot.com/2011/09/perkembangan-bahasa-indonesia.html
Selasa, 25 September 2012
Sabtu, 21 April 2012
Ini ialah pengalaman yang saya alami sendiri di hari Rabu kemarin di saat saya menggunakan jasa kereta api untuk pulang ke rumah, pada saat saya naik kereta api saya saya tidak berani menyimpan handphone dan dompet di kantong celana, sehingga saya simpan di dalam tas saya, dan ketika itu kereta lumayan penuh dan saat itu saya berfikir agar menyimpan tas saya di tempat penyimpanan barang yang biasanya berada di atas tempat duduk. Saya pun akhirnya menyimpan tas saya di atas, dan itulah awal petaka semuanya terjadi. Saat saya naik kereta Commuter Line dari stasiun Pondok Cina saya masih bediri karena tempat duduk penuh oleh orang-orang, dan saat kereta sampai di stasiun Bojong Gede saya akhirnya mendapat tempat duduk, dan ketika itu saya memang merasa kantuk, sehingga saya mulai tidak fokus pada tas saya yang tersimpan di atas saya. Dan saya pun melakukan kesalahan yang fatal ketika saya duduk, saya tidak mengambil tas kembali yang disimpan di atas saya. Seharusnya ialah tas harus saya ambil dan saya peluk sampai saya turun kereta. Dan saya pun akhirnya mulai tertidur saat kereta berjalan dari stasiun Bojong Gede hingga Bogor. Dan saat saya terbangun di saat kereta sudah sampai stasiun Bogor, saya terkejut saat melihat tas saya sudah hilang dan ditukar dengan tas lain, saya mulai panik dan menanyakan pada security tentang tas saya, dan hasilnya nihil, lalu saya pergi ke bagian keamanan stasiun dan memberitahukan apa yang terjadi saat saya di kereta.
Modus yang dilakukan oleh para pencopet itu ialah:
Aksi yang dilakukan tidak sendiri melainkan beberapa oknum copet yang sudah profesional terbiasa dan terlatih untuk melakukan aksinya, jumlah mereka bisa sampai 5-6 orang di dalam satu gerbong dan mempunyai tugas masing2, ada yang bertugas untuk melihat keadaan sekitar agar aksi yang mereka lakukan luput dari petugas yang sering berlalu lalang di gerbong-gerbong, dan ada yang bertugas menjadi pengalih perhatian kepada penumpang yang lain dengan cara mengajak penumpang lain mengobrol sehingga hilang perhatiannya dari barang saya karena tempat duduk yang berhadapan, lalu ada yang berpura-pura menyimpan tas di tempat peyimpanan barang di dekat tas saya, dan pelan-pelan tas saya mulai digeser ke arah pintu gerbong yang terdekat dan itu dilakukan saat saya mulai tertidur, saat tas saya sudah berada di ujung dekat pintu kereta si copet sudah bersiap untuk mengambil tas saya. Dan saat kereta berhenti dengan secepat kilat tas saya di ambil dan tas yang dimiliki si copet di tinggal karena hanya untuk pengalih perhatian. Dan saat saya mencoba untuk untuk membuka tas tersebut, tasnya hanya berisi baju bekas, koran, dan botol minuman. Saat itu pun saya kehilangan barang pribadi seperti handphone, stnk, dan lain-lain.
Hal-hal yang perlu anda perhatikan saat anda berada di tempat umum:
1. Pastikan anda selalu tetap terjaga saat bepergian, fokus, dan bila anda merasa kantuk pastikan barang2 seperti tas anda peluk.
2. Jangan pernah berfikir jika anda menaiki kereta Commuter Line anda merasa aman, karena sekarang sudah banyak kejadian terjadi contohnya saya sendiri.
3. Jangan pernah mudah percaya orang yang anda temui di kereta, karena sekarang copet juga berpakaian rapih selayaknya orang yang bekerja di kantor-kantor, mereka tidak segan-segan memakai kemeja rapih agar triknya dapat mengelabui orang-orang.
4. Jika kereta penuh sebisa mungkin tas tetap anda peluk dan tangan memegang bagian depan tas karena biasanya copet juga melakukan aksinya dengan cara merobek bagian tas anda dengan menggunakan benda tajam.
5. Sebisa mungkin anda bepergian tidak sendiri, melainkan berkelompok dengan teman anda, karena dalam pengalaman saya saat copet sedang melakukan aksinya, korban mengetahui hal tersebut dan berteriak "MALIINGGG!!!", dan yang terjadi ialah si copet tersebut meneriaki balik si korban "MALLLIIINNGGG!!" dan teman-temannya pun ikut membantu si copet meneriaki korban maling, sehingga aksi mereka tidak diketahui penumpang lain. Istilah ini biasa disebut orang-orang "Maling Teriak Maling". Maka dari itu anda sebisa mungkin bepergian tidak sendiri apa lagi bepergia jarak jauh dengan menggunakan kereta.
6. Hal yang paling penting ialah pastikan anda selalu berdoa saat anda ingin bepergian kemana pun anda berada.
Jumat, 20 April 2012
Ruang Lingkup E-commerce
Kategori E-Commerce:
Business to Consumer (B2C)
Business to Business (B2B)
Consumer to Consumer (C2C)
Berpartisipasi atau mensponsori lelang pelanggan atau perusahaan adalah konsep C2C. Iklan personal elektronik dari produk atau jasa untuk membeli atau menjual oleh para pelanggan di situs koran elektronik, portal e-commerce pelanggan, atau situs web personal juga merupakan bentuk e-commerce C2C yang penting.
Kamis, 22 Maret 2012
Kedua, memperbaiki dua kelemahan mendasar BI: pengawasan dan koordinasi. Dua hal ini harus terus-menerus diperbaiki karena selama ini dijadikan jalan bagi pembobol bank untuk beraksi. Sistem perbankan sebenarnya cukup kuat untuk mencegah pembobolan oleh orang dalam tapi faktanya tidak bisa menjamin 100%.
Ketiga, memperketat proses perekrutan SDM perbankan sehingga yang diterima benar-benar yang mempunyai kredibilitas tinggi. Tidak hanya dari sisi skill dan knowledge namun lebih penting dari itu attitude, yang menyangkut kejujuran dan komitmen tinggi pada profesi bankir. Semuanya harus dipenuhi guna menjaga keberlangsungan bisnis perbankan mengingat keterkaitannya dengan kepercayaan nasabah dan dunia usaha.
Kamis, 15 Maret 2012
Rendang Daging ini lebih enak disajikan jika dagingnya lunak. Agar daging mudah lunak, usahakan daging direbus dahulu lalu dimemarkan.
Resep Bahan Rendang Daging :
- daging sapi has 500 gram, potong-potong
- santan kental 1000 ml
- santan cair 1000 ml (santan kental dan cair dari 3 butir kelapa)
- serai 2 batang, memarkan
- daun jeruk purut 5 lembar
- daun kunyit 1 lembar, sobek-sobek
- asam kandis 2 buah
Resep Bumbu Halus Rendang Daging :
- cabe merah 250 gram
- bawang putih 4 siung
- bawang merah 10 butir
- jahe 1 cm
- kunyit 2 cm
- lengkuas 4 cm
- garam secukupnya
Cara Membuat Rendang Daging :
- Rebus santan cair, serai, daun jeruk, daun kunyit, asam, bumbu halus dimasak hingga mendidih. Masukkan daging yang sudah dipotong-potong, masak lagi hingga santannya kental.
- Masukkan santan kental. Masak hingga hampir kering. Aduk-aduk hingga rendang kecokelatan dan berminyak.
- Sajikan.


h menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II serta Sekertariat Gabungan (Setgab) koalisi pemerintahan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/3).

Rabu, 15 Desember 2010
Kebudayaan Barat adalah sebuah kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi. Sebuah kebudayaan yang ternyata bersifat kontradiktif antara unsur kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. Itu adalah tesis dari tulisan ini, yang akan dapat lebih jelas dilihat dari uraian-uraian selanjutnya.
Kebudayaan Barat dikatakan kontradiktif, karena beberapa hal yaitu:
Adanya usaha pengeliminiran antar unsur kebudayaan.
Kondisi ini dapat dilihat dari peperangan yang terjadi antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan filsafat, keyakinan dengan seni, keyakinan dengan ekonomi, politik dengan moralitas, moralitas dengan ekonomi, dan lain-lain.
Dapat dilihat, bahwa merupakan suatu hal yang umum diketahui bahwa kondisi tersebut wajar terjadi. Dan bahkan kerap digeneralisir kepada seluruh kebudayaan yang ada di seluruh pelosok bumi. Sehingga muncul anggapan yang naif akibat pencitraan dan kegelapan mata, bahwa sangat sulit untuk menyatukan atau menghentikan peperangan tersebut.
Inilah penyebab yang mungkin membuat Barat membuat sebuah mekanisme pelumpuhan kemampuan mendominasi atau menyerang kepada unsur kebudayaan lain. Lewat pencitraan bahwa di balik segala sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, teologi global, pluralisme agama, anarkis metodologis, Hak Asasi Manusia, dan masih banyak lainnya. Dan usaha tersebut sudah menampakkan pengaruhnya dalam kehidupan seluruh manusia yang terjangkau oleh globalisasi.
Hal lain yang terjadi adalah munculnya sebuah kondisi inferior tentang dua hal dalam kebudayaan yaitu, keyakinan dan moralitas. Dua sisi ini, menjadi sedemikian inferior, sehingga mereka melakukan “bunuh-diri” dengan mereduksi dirinya sendiri menjadi hanya tinggal nilai-nilai universal. Sehingga jalan keselamatan tidak hanya lewat keyakinan yang mereka pegang. Kebudayaan Barat menjadi kebudayaan yang lahir sebagai sintesa bagi kebudayaan Kristen-Romawi – meskipun masih mengambil beberapa peringatan dari kebudayaan Kristen-Romawi seperti Valentine, Natal, Paskah, Halloween, dan lain-lain. Kebudayaan barat dibangun dengan semangat Yunani dengan Filsafat sebagai “teologi”, demokrasi sebagai sistem politik, protestan sebagai keyakinan tanpa ibadah (deisme), sekulerisme sebagai alat potong dan pelumpuhan intervensi dari pihak manapun, homoseks dan banalitas-seksual sebagai antitesa pengakuan dosa dan represi seksual Katolik.
Proses pengambilan unsur-unsur tersebut oleh kebudayaan Barat, dilakukan secara asimilatif. Unsur-unsur tersebut diambil secara mentah-mentah dan kemudian dicampur dalam sebuah kondisi yang saling bertolak belakang. Kebudayaan Barat lahir bukan dari prinsip yang utuh dan meliputi, akan tetapi bersifat parsial dan karena tidak dapat dihubungkan atau bertentangan, maka terjadi isolasi (yang akan lebih lanjut diuraikan) atau peperangan (seperti sudah diuraikan di atas).
Sungguh malang, namun hal itu benar-benar terjadi dan ternyata menular kepada kebudayaan lain. Penyakit tersebut diderita pula oleh kebudayaan lain dan akhirnya berusaha mengadaptasi cara Barat dalam menjalani kebudayaannya. Terlihat dengan menggunakan periodisasi sejarah seperti Barat. Periodisasi dikenal dengan pembagian Klasik, Abad Pertengahan, Renaisans, Modern, dan Posmodern. Para peng-asimilasi kebudayaan Barat kemudian mencoba men-sekuler-kan dan me-liberal-kan kebudayaan mereka seperti yang dilakukan kebudayaan Barat untuk mencapai kejayaan dan kemajuan yang dicapai Barat. Akhirnya banyak kebudayaan yang menjadi “Barat” (westernisasi), mulai dari pandangan ontologis hingga etis, beserta prakteknya..
Sebenarnya, masyarakat Barat mulai sadar dengan kondisi yang demikian sakit – meski disayangkan para peng-asimilasi kebudayaan Barat nampaknya belum sadar. Namun, mereka tidak dapat melihat secara jelas akar permasalahannya. Masyarakat Barat banyak yang melarikan diri ke dalam spiritualitas, dunia mistis, kehidupan banal, menikmat seks yang memuakkan, menikmati musik yang mebuat histeris, dan lain-lain hingga akhirnya bunuh-diri, menjadi fenomena yang wajar dan tidak berusaha untuk diubah. Semua hal tersebut adalah wajar karena kebebasan adalah segalanya. Tradisi haruslah sesuatu yang rasional dan menjunjung kebebasan dan Hak Asasi Manusia. Lewat argumentasi ini, individu-Barat menjadi pragmatis, eklektis, dan split-many-personality.
Meskipun muncul kesadaran tentang ke-akut-an penyakit mereka, pengeliminiran ini masih terus terjadi dan entah kapan akan berakhir.
Adanya usaha untuk mengisolasi unsur kebudayaan yang satu dari unsur kebudayaan yang lain.
Mengisolasi unsur kebudayaan yang satu dengan yang lain, sebenarnya merupakan konsekuensi dari eklektis-kontradiktifnya kebudayaan Barat – karena unsur-unsur kebudayaannya tidak berhubungan bahkan bertentangan satu sama lain. Usaha untuk mengisolasi ini adalah sebuah hal yang sudah kita ketahui, lewat ungkapan-ungkapan, seperti seni untuk seni (seni murni), sains untuk sains, politik untuk politik, ekonomi untuk ekonomi, dan hukum untuk hukum.
Jika ditelusuri, penyebab kondisi tersebut adalah sekularisme – selain yang sudah disebutkan di atas. Sekularisme, pada awalnya, menyerang agama Kristen yang berkelindan dengan negara. Sekularisme menghendaki agar gereja atau urusan keyakinan dipisahkan dari negara. Pemisahan ini, ternyata semakin meluas dan menjangkiti unsur-unsur kebudayaan Barat yang lain. Semua unsur tersebut, secara implisit mengatakan bahwa mereka memiliki wilayahnya masing-masing yang otonom dan terpisah dari yang lainnya. Keter-pisahan ini membuat diri individu-Barat juga menjadi split-many-personality. Mereka menjadi sedemikian banyak pribadi yang berbeda dalam dunia yang sebenarnya hanya satu. Pribadi-banyak yang dimaksud adalah pribadi yang menghidupi prinsip-prinsip yang bertentangan di dalam unsur-unsur kebudayaannya. Hal ini membuat seseorang yang hidup seperti demikian, akan memiliki dua prinsip yang berbeda-bertentangan dalam satu unsur kebudayaan, seperti menjadi teis (formal) sekaligus ateis (praktek, dalam sekularisme), dan ketika berpindah menghidupi unsur kebudayaan lain.
jawa barat yang terkenal dengan budaya sunda, budaya sunda terasa kental sekali melekat pada masyarakat jawa barat mulaia dari bahasa yang unik , tarian jaipongnya yang sudah terkenal dan wayang goleknya yang juga unik dan mengagumkan, yang tidak kalah mengagumkan adalah angklung ini adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang menghasilkan suara khas yang tiada duanya, ini adalah ciri khas jawa barat berikut beberapa foto dari budaya jawa barat
angklung
tari jaipong
wayang golek
Populasi penduduk dunia pada tahun 1950 dan tahun 2008 menurut situs GeoHive adalah seperti pada tabel dibawah ini
| China | 562,579,779 |
| USA | 152,271,000 |
| Russia | 101,936,816 |
| Japan | 83,805,000 |
| World | 2,555,948,654 |
| Populasi tahun 1950 | |
| 1. China | 1,333,207,572 |
| 2. India | 1,154,845,005 |
| 3. USA | 304,838,948 |
| 4. Indonesia | 238,567,492 |
| 5. Brazil | 197,254,181 |
| World | 6,736,383,012 |
| Populasi tahun 2008 | |
Tahun 2008 ini populasi penduduk Indonesia menduduki peringkat 4 sesudah USA, populasi terbanyak berada didaratan China. Dari 6,7 Milyard penduduk dunia dewasa ini berapa persenkah yang ber-Iman dan yakin pada Allah dan kehidupan akhirat? Dari 5 besar Negara yang populasi penduduknya terbanyak diatas, mayoritas penduduknya adalah non Muslim, Hanya Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim.
Dewasa ini paham materialis yang sangat mendewa dewakan kehidupan dunia masih sangat dominan. Bahkan beberapa Negara besar didunia cenderung menganut paham sekular yang memisahkan kehidupan bernegara dengan agama. Dengan seringnya terjadi kericuhan, keributan antara umat beragama baik antara sesama pemeluk agama tertentu maupun antara umat lain agama didunia ini maka paham sekular semakin mendapat tempat di negara negara barat.
Mari kita renungkan kembali berapa persenkah dari 6,7 Milyard penduduk dunia dewasa ini yang yakin dan ber-Iman pada Allah dan kehidupan Akhirat?? Pada kenyataannya memang sebagian besar manusia dibumi ini tidak percaya dan yakin kepada Allah dan kehidupan akhirat. Sebagian besar penduduk bumi ini sangat asyik dengan kehidupan dunia, mereka mengagung-agungkan materi, kekayaan dan kemewahan hidup. Mereka lupa dan enggan untuk ingat pada Allah dan kehidupan akhirat. Mereka menganggap ajaran agama hanya menghambat kemajuan dan kesenangan mereka. Mengapa demikian?? Hal itu memang telah banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Kita tidak perlu sedih dan heran karenanya, yang utama adalah jaga diri dan keluarga dari paham yang sesat yang tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah. Perhatikan firman Allah dalam beberapa ayat Qur’an dibawah ini:
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010, penduduk Kota Bogor yang tersebar di enam kecamatan, mengalami laju pertumbuhan sebesar 2,39 persen per tahun dalam 10 tahun terakhir seperti dilansir Antara.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Syaiful Anwar dalam penjelasan tertulis Minggu (26/9) menjelaskan, hasil Sensus Penduduk 2010 I mencatat jumlah penduduk di Kota I Bogor mencapai 949.066 jiwa, terdi- I ri atas 484.648 laki-laki dan 464.418-- perempuan. Kecamatan Tanah
Sareal mengalami laju pertumbuhan penduduk tertinggi dibanding kecamatan lainnya, yakni mencapai 3,43 persen.
Sensus penduduk 2010 juga menunjukkan penyebaran atau distribusi penduduk Kota Bogor terbesar adalah di Kecamatan Bogor Barat, yaitu berjumlah 210.450 jiwa atau 22,17 persen dari total penduduk di Kota Bogor. Dengan luas wilayah kota Bogor sekitar 111,73 kilometer persegi yang didiami oleh 949.066 orang itu, kata dia, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Bogor sebanyak 8.494 orang per kilometer persegi.
Menurut dia, kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah di Kecamatan Bogor Tengah, yakni sebanyak 12.791 orang per kilometer persegi, sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Bogor Selatan, yaitu sebanyak 5.880 orang per kilometer persegi. ,la mengatakan, kecenderungan jumlah penduduk Kota Bogor terus bertambah dari waktu ke waktu. Tahun 1961,saat sensus penduduk pertama kali diselenggarakan, jumlah penduduk Kota Bogor mencapai 154,1 ribu jiwa. Namun angka tersebut terus naik, dan sempat terjadi lonjakan penduduk pada tahun 1990-2000 ketika wilayah Kota Bogor bertambah 46 kelurahan dari Kabupaten Bogor berdasarkan PP Nomor 2/1995.
Minggu, 31 Oktober 2010
Sabtu, 30 Oktober 2010
- berisisi informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan informasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Disini kita dapat mengurus semua keperluan akademik, karena memang urusannya ada disini J seperti pindah jadwal kuliah pagi ke malam, cuti akademik, pengurusan sidang S1 dan masih banyak lagi. Pokoknya, selain biro administrasi, BAAK juga mengurus semua urusan mahasiswa yang berkuliah di Gunadarma J
- merupakan media pembelajaran virtual bagi mahasiswa. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
- berisi informasi jadwal kuliah, jadwal ujian, jadwal mengajar dosen, ruang kerja dosen, jadwal kursus dan workshop, informasi lowongan pekerjaan.
- merupakan situs resmi mahasiswa Gunadarma, dan melalui situs ini pelayanan akademik dapat dilakukan. Disini kita dapat melihat info penting yang selalu di update secara berkala untuk keperluan mahasiswa. Sehingga mahasiswa selalu up-to-date J fasilitas ini juga sangat penting dalam kelancaran mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. Karena informasi akademik langsung masuk ke situs tersebut, dan semua mahasiswa Gunadarma masing-masing memilikinya J ada juga lecture massage untuk tugas dari dosen yang bersangkutan, email pribadi untuk semua civitas Gunadarma.
- merupakan pelayanan perpustakaan secara online. Fasilitas ini biasa digunakan mahasiswa untuk memesan buku yang akan dipinjam secara online kemudian dapat di ambil setelahnya di perpustakaan. Ini menghindari agar buku yang diperlukan tidak ada ditempat J atau kita bisa meminjam buku yang lain sebagai alternatifnya. Fasilitas ini juga bisa digunakaan sebagai buku bacaan online.
- merupakan situs yang berisi informasi terkini mengenai Universitas Gunadarma. UGPEDIA merupakan suatu wadah sumbangsih bagi civitas akademika khususnya dan bagi masyarakat umumnya, disini anda dapat mencari dan memberi arah informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, alumni, prosedur-prosedur, fasilitas serta hal-hal yang berhubungan dengan istilah yang sering ditemui di lingkup pendidikan universitas.
- situs yang berisi materi yang berkaitan dengan mata kuliah yang dapat diunduh secara gratis oleh mahasiswa
- Situs yang berisi artikel yang berasal dari prosiding suatu seminar ilmiah di dalam maupun di luar lingkungan Universitas Gunadarma serta jurnal ilmiah Universitas Gunadarma.
- situs ini menydiakan pelayanan terhadap masalah yang berkaitan dengan account (email, username, password), penggunaan internet maupun wifi di lingkungan Universitas Gunadarma.







